Jumat, 19 Desember 2008

SEBESAR CINTA TUHAN

aku pernah berpikir...
kalau saja aku menanyakan kepada Tuhan...
" Tuhan, sebesar apakah cinta-Mu kepadaku?"

Tuhan akan hening...
dan tetap terus diam

bahkan...
Dia sendiri tidak bisa menjawabnya.
berapapun waktu yang tersedia,
berapapun kata yang mampu terucapkan,
tak akan mampu membuat-Nya mengungkapkan betapa besar rasa cinta-Nya padaku.

bahkan Dia yang adalah Tuhan sendiri,
tetap tidak bisa menyediakan kata dan waktu yang tepat untuk mengucapkannya.
tak satupun mewakilinya.
sebab, tidak ada satupun kata yang kita pahami yang dapat menggambarkannya

rasa cinta-Nya kepadaku.

FOCUS TO BE AN AMBASSADOR OF GOD

Alkisah, suatu waktu ada seorang pemuda yang baru saja lulus dari sebuah universitas terkemuka di sebuah negara maju. Dia mendapat kehormatan besar dari negaranya yang mengirimkannya ke luar negeri untuk mendapatkan pengajaran yang terbaik untuk menjadi seorang businessman handal.

Negara asal pemuda ini adalah negara yang baru saja terbentuk. Kecil, lemah, bodoh, terbelakang dan sangatlah miskin. Karenanya, mereka sangat berharap pada pemuda ini, yang memang terbilang jenius, untuk bisa mengangkat pamor negara itu.

Pemuda ini sungguh luar biasa. Dia berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan rekor hanya dalam waktu 2 tahun saja, setengah dari orang normal. Bukan itu saja, dia bahkan mendapat gelar “magna cum laude”. Luar biasa cing… Dia pun menjadi seorang ahli ekonomi yang sangat… hebat.

Tentu saja, dia bukan kacang yang lupa sama kulitnya. Pemuda ini kembali ke negaranya dengan gairah yang berkobar-kobar. Dia bertekat untuk memajukan negaranya. Seribu rancangan program sudah disusun dalam benaknya. Namanya saja jenius…

Saat sampai di negaranya… dia melepas rindu dengan berjalan-jalan sejenak. Ketika itu, ia melihat sebuah desa yang sedang sibuk membuat rumah tempat tinggal dari bambu dan jerami. Dalam hati sang pemuda ini, dia prihatin dan tersenyum kecil. Di tempat dia kuliah dulu, negaranya sangat maju, makanya setiap rumah dibuat dengan menggunakan batu, semen, dan pasir. Dia ingin menolong desa itu.

Dia pun mendekati para penduduk desa dan mulai bercerita tentang rumah modern yang ada di negara maju. Penduduk desa tahu bahwa pemuda ini lulusan luar negeri dan sangat cerdas. Mereka pun menuruti anjuran pemuda ini. Mereka mulai mencari pasir di sungai, mengumpulkan batu di tebing, dan menambang kapur di bukit.

Setahun kemudian desa itu berdiri tegak dengan gagahnya. Sangat mengesankan. Pemuda ini bangga karena dia sukses sebagai pemimpin proyek. Walaupun sulit, dia berhasil mengarahkan pembangunan rumah yang katanya modern itu. Yah… walaupun tidak sempurna, paling nggak bangunannya jadi.

Pemuda ini semakin menggebu-gebu dan dia mulai pergi dari satu desa ke desa lainnya. Dia mulai menjadi pemimpin dari desa-desa dalam membangun rumah-rumah modern. 15 tahun lebih lamanya dia bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Lebih dari 20 perkampungan telah berdiri dengan gagah.

Setelah sukses, beberapa waktu kemudian pemuda ini mulai penasaran dengan seluruh hasil kerjanya. Pemuda ini berkeliling dan mulai menjajaki desa-desa yang telah sukses dia bangun. Dengan membusungkan dada, dia memulai perjalanannya…

Ketika sampai di desa pertama dia kaget. Loh… kok bangunannya berganti menjadi gubuk lagi. Lah..loh.. dia pun bertanya kepada seorang penduduk desa. Ternyata… daerah itu terkenal sangatlah panas. Apalagi setelah rumah mereka diganti menjadi batu, panasnya bukan main. Para penduduk pun tidak tahan dan memutuskan untuk merobohkan dan menggantinya dengan gubuk biasa mereka.

Ketika melihat desa kedua, pemuda ini lebih kaget lagi. Para penduduknya tinggal sedikit dan sebagian sudah sakit-sakitan. Dia pun menyamar dan diam-diam menanyakannya. Ternyata... para penduduknya mengalami kelaparan. Biasanya mereka mempunyai lumbung persediaan yang cukup untuk hidup selama 2 tahun. Namun, stok mereka habis karena saat membangun rumah batu, mereka semua bekerja setahun penuh dan lupa untuk mengerjakan ladang mereka. Mereka percaya bahwa rumah batu itu dapat membawa kemakmuran bagi mereka, makanya mereka mengabaikan ladang mereka. Setelah rumah baru berdiri, mereka baru mengerjakan ladang mereka kembali. Namun sungguh celaka, 2 tahun berturut-turut berikutnya panen mereka gagal. Padahal lumbung persediaan mereka sudah habis.

Lebih syok lagi saat dia menjenguk desa ketiga. Desa itu sudah nggak ada lagi… semua rata dengan tanah. Pemuda ini bingung keheranan. Dia mulai mencocokkan peta dan kompas untuk memastikan posisi desa itu. Berulang-ulang dia mengeceknya, namun posisinya tepat. Dia pun mulai mencari-cari informasi dan mendapatkan sebuah kenyataan… desa itu hancur lebur ditelan gempa 5 tahun yang lalu. Sebenarnya daerah itu terkenal sering kena gempa, makanya mereka biasa membangun rumah mereka dengan jerami dan bambu agar mudah bongkar pasang dan elastis. Namun saat pemuda itu mengatakan bahwa rumah batu lebih kokoh, mereka percaya dan mulai membangunnya. Tapi apa dinyana, justru saat gempa besar datang, semua penduduk yang berlindung dalam rumah batu justru mati kejatuhan batu dari rumah yang roboh karena fondasinya yang rapuh.

Apa sih yang sebenarnya mau disampaikan dari cerita ini? Prenzz…. Tahu nggak, sebenarnya pemuda ini sarjana ekonomi. Tapi… yang dia lakukan bukannya memajukan ekonomi negaranya, tapi malah sibuk mengadakan pembangunan yang sebenarnya bukan keahliannya.

Sama seperti kita… Tuhan telah memberikan karunia dan potensi bagi tiap-tiap orang. Ada spesifikasi khusus. Kita disiapkan untuk menjadi orang-orang yang sukses di bidang kita masing-masing. Sayangnya, terkadang kita nggak bisa fokus pada target/sasaran utama kita.

Seperti tertulis di Kisah Para Rasul 1:8, Yesus berkata, “Setelah mendapat kuasa dan Roh Kudus dari-Nya, kita diperintahkan menjadi duta kerajaan Allah sampai ke seluruh dunia.” Maksudnya apa sih? Apa ini berarti kita disuruh menjadi penginjil ke seluruh pelosok?
Nggak… Yesus bilang, kita akan mendapat “kuasa”, ini maksudnya potensi dan talenta kita yang spesifik bagi tiap-tiap orang. Yang kedua, Roh Kudus akan turun atas kita yang akan menjadi pembimbing kita, dan yang terakhir kita disuruh menceritakan tentang Yesus dari tempat yang dekat sampai yang jauh.

Maksudnya… Tuhan telah menetapkan bagi kita, suatu takaran talenta yang Dia kehendaki agar kita kembangkan di bawah pimpinan Roh Kudus(mau dipimpin oleh Roh Kudus), dan menggunakannya untuk mengabarkan kabar baik demi kemuliaan-Nya. Misalnya kamu pintar komputer, jadilah ahli computer yang hebat demi kemuliaan Tuhan, atau mungkin kamu pintar desain, jadilah seorang desainer kreatif. Dan dengan membiarkan dirimu untuk dipimpin oleh Roh Kudus, jadilah semakin bertambah-tambah. Dan biarkanlah segala pencapaianmu boleh “bercerita” kepada orang-orang, betapa dahsyatnya Tuhan kita itu.

Jangan lagi kita sering beralih fokus dan masih sering sibuk ngelakuin hal lain kaya cerita “pemuda tidak berhikmat” di atas. Melakukan hal yang baik tidak salah, tetapi bukan berarti benar. Karena kadang Tuhan sebenarnya menyuruh kita untuk melakukan hal yang lain.
“Focus to be an ambassador of God” dengan seluruh talentamu dan muliakanlah Dia.

QUALITIES OF AN AMBASSADOR OF GOD

Sebuah doa yang sangat indah dinaikkan oleh Daniel, sesuai dengan yang tertulis di kitab Daniel pasal 9. Doa ini merefleksikan kedewasaan dan hasrat seseorang yang benar-benar dewasa sebagai seorang duta kerajaan Allah. Kenapa Daniel menjadi seseorang yang benar-benar berkualitas? Kalau kita boleh melihat karakternya, Daniel mempunyai karakter berkualitas sabagai duta kerajaan Allah.


1. Keintiman dengan Tuhan.
2. Mengutamakan reputasi/kemuliaan Allah.
3. Hasrat dan penantian akan penggenapan tujuan Allah.
4. Pengetahuan akan Sifat dan Karakter Tuhan.

Seperti Daniel yang tahu betul akan sifat Tuhan seperti tertulis di kitab Daniel 9:3,7,9; syarat dasar untuk menjadi duta kerajaan Allah adalah pemahaman kita akan sifat dan karakter Tuhan yang sebenarnya. Hal ini akan membuat kita benar-benar mengenal Tuhan kita dan mengerti jalan-jalan-Nya. Kita akan mampu menjalin hubungan intim dengan Tuhan. Saat kita mengenal Tuhan, dia akan mengaruniakan hidup yang kekal bagi kita (Yoh 17:3). Sebaliknya, kehancuran akan datang bagi orang yang tidak mengenal Allah (Hosea 4:6). Masalahnya, saat ini dunia tengah kacau balau karena orang-orang tidak benar-benar mengerti tentang Yesus yang sebenarnya. Karena itu, menjadi tugas kita untuk mengenalkan Yesus bagi mereka, lewat kelakuan kita, ucapan kita, kebiasaan kita, karakter kita dan hidup kita. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang walaupun kelihatan “rohani”, namun kita sebenarnya nggak tahu apa-apa tentang Tuhan kita, danbahkan nggak dikenali oleh-Nya (Mat 7:23).

Mengutamakan reputasi/kemuliaan Allah.
Seorang duta kerajaan Allah akan mengutamakan kemuliaan Allah di atas segala-galanya. Misalnya duta besar dari Amerika tentu saja akan mengutamakan kepentingan negara Amerika, dan bukannya kepentingan Indonesia. Apabila duta besar itu melakukan hal yang mengutamkan kepentingan negara lain, bisa-bisa dia dipecat dari tugasnya sebagai duta besar. Lihatlah Daniel, dia juga mengutamakan kemuliaan Allah dalam segala hal yang dipikirkannya, sebab dia tahu bahwa dia adalah utusan Tuhan dan kepunyaan Tuhan. (Daniel 9:17,19)
Sama juga dengan kita, sebagai duta kerajaan Allah, kita harus mengutamakan kepentingan Tuhan di atas segala kepentingan pribadi kita sendiri. Tidak jarang kita sering melakukan berbagai macam hal dengan mengatasnamakan Tuhan sebagai “kedok” nya. Padahal kalau mau diurut-urut, sebenarnya yang kita usahakan adalah kepuasan dan kebanggaan atau malah demi keuntungan kita sendiri. Atau mungkin juga, tanpa kita sadari, beberapa hal yang kita “rasa” kita lakukan buat Tuhan, sebenarnya kita lakukan buat diri kita sendiri.
Ada orang yang mengatakan, perbedaan antara melayani Tuhan dengan melayani diri sendiri (baca: untuk kepentingan atau kesenangan pribadi) sangatlah tipis. Kita pikir kita melakukannya buat Tuhan, padahal Tuhan sendiri nggak pernah meminta kita untuk melakukan hal itu. So, untuk siapakah semua itu??? Biarlah hanya nama Tuhan saja yang ditinggikan…

Kerinduan Pemulihan Kerajaan Allah bagi Umat Manusia
Daniel sangat peduli pada restorasi bait Allah. Apa maksudnya??? (Daniel 8:14)Sejatinya, Tuhanlah yang empunya akan bumi ini. Dia rindu agar kerajaan Allah ditegakkan ditengah-tengah umat manusia sehingga ke-Maha Hadir-annya dapat dirasakan oleh seluruh orang.
Namun apa yang terjadi? Lama sekali, dunia terinfeksi oleh sebuah virus mematikan. Sama seperti penyakit yang masuk oleh karena suatu organisme, begitu juga dosa masuk ke dalam dunia oleh ‘sang penghasut’ terbesar, setan. Ribuan tahun manusia ditipu dan diperdaya, seolah dibutakan oleh dosa dan nafsu duniawi, sehingga tidak bisa melihat terang kemuliaan Allah.
Sudah menjadi tugas kita sebagai duta kerajaan Allah, kita harus membawa kembali kebenaran Kristus ke dalam dunia ini. Biarlah setiap orang boleh dicelikkan dan melihat kebenaran sejati, yaitu pengenalan akan Tuhan yang sesungguhnya.

UNITY BY PERSPECTIVE – MIRACLE OF THE RAINBOW AND BALL

PART TWO

Bayangkan dalam pikiran kita masing-masing, sebuah bola yang guede banget… terus di badan bola itu tertempel begitu banyak kertas-kertas kecil dengan kata-kata yang berbeda-beda, tertulis di atas kertas itu. Kemudian kita bayangkan ada banyak orang yang berkeliling di sekitar bola itu. Kepada tiap-tiap orang, dibagikan sebuah kertas dan pena dan diberi instruksi untuk mencatat semua kata-kata yang dapat mereka lihat di badan bola itu.

Apa hasilnya saat semua orang sudah menyelesaikan tugas mereka??? Apa mungkin ada 2 orang saja yang bisa mencatatkan semua kata-kata dengan persis sama??? Nggak mungkin bukan !!! Karena masing-masing dari mereka berada pada posisi yang berbeda.

Lucu bukan… Tuhan menciptakan perspektif yang berbeda-beda bagi masing-masing individu. Apa alasannya??? Itu terjadi agar semua visi dan tugas dan kehendak yang dia rindukan untuk terjadi bagi kita, umat manusia, dapat dipenuhi ‘completely’. Kalo diilustrasikan, semua kata-kata yang tertulis pada badan bola tadi dapat terbaca semuanya…

Sekarang ini bukan saatnya lagi bagi kita untuk meributkan tulisan manakah yang sebenarnya paling benar, karena kadang kita suka sekali menyalahkan orang lain kalo kata-kata yang dituliskannya itu salah, tapi yang benar itu punyanya. Please dehh… sebenernya semua kata-kata itu memang ada pada bola, hanya saja letaknya yang berbeda, sehingga dengan sudut pandang yang berbeda, akan kelihatan berbeda pula ato bahkan nggak keliatan sama sekali.

Terkadang… kita semua saat menghadapi masalah perbedaan yang ada di antara kita sering berusaha mempertanyakan tentang “bagaimana kita memposisikan diri kita sehingga bisa melihat dari sudut pandang yang sama???”

Bukan itu maksudnya… Tuhan menciptakan setiap orang dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing dengan tujuan agar mereka saling melengkapi, …sehingga genaplah Firman Tuhan atas semua tujuan yang telah direncanakan bagi hidup kita semua.

Kita tidak disuruh untuk memposisikan diri kita di tempat yang persis sama di tempat orang lain untuk melihat kata-kata yang sama persis dengan apa yang orang lain itu baca. Itu tidak mungkin karena posisi itu sudah ditempati oleh orang lain itu. Katakanlah sekarang kita berusaha untuk sedekat mungkin denga posisi dimana orang itu berada. Tapi… tetap saja masih ada kata-kata yang tidak bisa terbaca oleh kita, sehingga hasilnya juga akan berbeda.

Dan… apabila kita bisa melihat sebagian besar kata-kata yang dibaca oleh orang lain itu, bukan berarti kita akan mampu untuk mengerti dan memahami perspektif yang dia miliki, karena…. Perspektif kita sesungguhnya berada pada tempat di mana kita pertama kali berdiri untuk membaca kata-kata yang telah Tuhan instruksikan untuk kita baca.

Perspektif atau visi yang berbeda itu adalah karunia yang telah Tuhan berikan secara ‘khusus’ ditempatkan pada masing-masing individu. Jadi kalo kita sendiri tidak bisa menghargai karunia Tuhan, bagaimana mungkin kita bisa menghargai Tuhan kita sendiri??? Belajar menghargai hal yang kecil akan melatih kita untuk menghargai hal yang lebih besar lagi.

Masalahnya di sini… terkadang kita sendiri salah dalam membaca kata-kata yang tertulis dalam bola itu atau salah menerima visi yang Tuhan berikan buat kita. Hal-hal inilah yang kadang menyebabkan terjadinya suatu masalah. Karena itu… Pahamilah apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita.

Dan… jangan sekali-kali kita memaksakan perspektif kita kepada orang lain. Yang bisa kita lakukan hanyalah memberikan arahan tentang bagaimanakah hal yang benar itu atau menegur orang yang membuat kesalahan. Sehingga seandainya ada orang yang salah dalam menerima visi Tuhan dalam hidup mereka, mereka boleh sadar dan mengerti dan berbalik dari jalan mereka yang keliru.

Karena itu, Tuhan mengharapkan setiap dari kita, dengan karakteristik special yang kita miliki sesuai dengan perspektif khusus yang telah Tuhan berikan, bukan untuk saling membanggakan diri. Bapa ingin agar kita saling melengkapi.

Ingat… semua kata-kata yang ada pada bola itu tidak akan pernah terbaca ‘completely’ kalo setiap orang tidak mau berdiri teguh sesuai dengan perspektif yang telah Bapa berikan dan berusaha sebaik mungkin sesuai dengan potensi yang telah Tuhan berikan.
Saat semua kata-kata (visi) itu lengkap digenapi, banyak hal dahsyat yang akan terjadi di tengah-tengah kita. Kegerakan Roh Allah (revival) akan terjadi bagi kita semua…

The End

UNITY BY PERSPECTIVE – MIRACLE OF THE RAINBOW AND BALL

PART ONE

Guyz.. kalian pernah nggak ngeliat pelangi yang cuma punya 1 warna doang??? Pasti biasa banget kan ya.. Sama kaya kita semprotin cat ke udara, pasti hasilnya ga jauh beda. Apalagi kalo disusun oleh 1 warna doang, namanya udah bukan pelangi lagi.

Kalu orang bilang pelangi itu indah, itu karena mereka ngeliat sebuah pelangi dengan komposisi dan paduan warna yang bermacam-macam yang bercampur dengan indah. Kalo kita sampai ngelihat pelangi dengan warna yang berpisah-pisah atau nggak lengkap lagi atau bahkan cuma satu, udah bakalan susah lagi buat kita untuk mencari lagi esensi keindahannya.

Apa jadinya kalo kita melihat masing-masing elemen berkumpul dan bersatu menjadi satu??? Sama kaya pelangi ini…. Dijamin kalo sesuatu yang dahsyat dan indah bakal terjadi. Karena itu kalo sampai ada sebuah elemen yang keluar dari persatuannya, itu adalah sebuah hal yang amat sangat disayangkan; soalnya, nggak cuma elemen itu yang rugi, tetapi melibatin semua elemen yang berkumpul jadi satu. Jadi jangan dipikir kalo ’cuma’ satu elemen doang nggak ada, semuanya bakal fine-fine aja. Itu keliru….
Kaya iklan Sampoerna hijau “ nggak ada loe nggak rame…”

Sebuah pelangi terdiri dari kilasan warna yang saling berpancar sesuai dengan intensitas mereka masing-masing. Ada pancaran warna yang kuat, ada juga yang lemah. Apa dipikir kalo warnanya berpoancar lebih kuat itu berarti dia lebih baik daripada yang lainnya??? Sama sekali enggak… justru dengan adanya warna-warna yang berpancar dengan samar, warna-warna yang berpancar lebih kuat bisa berpadu dan terhubung menjadi satu. Jadi boleh diliat kan betapa pentingnya warna samar itu…

Persatuan itu juga sama seperti pelangi. Persatuan bukanlah soal tentang bagaimana masing-masing elemen menonjolkan kemampuan atau potensinya, melainkan bagaimana masing-masing elemen mampu menyadari akan potensi dan kemampuan khusus yang diberikan Tuhan kepada masing-masing individu sesuai dengan takaran dan porsi-Nya.

Lihatlah pada pelangi…. Mereka indah karena memiliki 7 buah warna yang berbeda-beda tetapi berpancar dengan padunya… Masing-masing dari warna itu saling bersinar dengan memancarkan “ the very best of them”. Sama juga dengan persatuan… unity ataoe persatuan bukanlah cara kita menyatukan diri dengan mencampurkan semua karakteristik khusus yang dimiliki tiap-tiap elemen menjadi satu, tetapi lebih kepada bagaimana masing-masing elemen atau individu dapat berdiri teguh dan memancarkan atau bekerja dengan mengeluarkan “ the very best of them” yang nantinya akan saling mendukung antara satu dengan yang lain….

Coba kita bayangin kalo semua warna yang ada dalam sebuah pelangi dicampur aduk menjadi satu. Jelek banget bukan hasilnya. Nantinya warna yang muncul malah menjadi gak karuan dan aneh bin ajaib. Ntar malah jadi gado-gado dong. Hohoho…

Ke-7 buah warna itu tidak berusaha untuk mencampur adukkan warna-warna mereka menjadi satu. Malahan… mereka bersatu dengan saling mendekatkan diri dan memancarkan “ the very best of them”, dari karakteristik-karakteristik khusus mereka yang berbeda-beda dan bekerja bersama-sama secara sinergis.

Hasilnya… Wow… Sebuah pelangi yang dahsyat indahnya yang muncul pada tempat, waktu, dan cara yang tepat…


to be continued...

Kamis, 02 Oktober 2008

POETRY

UNBEARABLE

Mataku terbuka…

Dan aku melihat langit besar terbuka.

Seluruh samudera raya terbentang di hadapanku.

Tak ada yang dapat menandingi perasaan ini.

Seperti banjir, perasaan itu memenuhi hati, jiwa dan rohku.

Tubuhku bergeliat menggelora.

Sanggupkah kamu merasakan dan membayangkannya?

Tidak…

Tak satupun mampu meletakkannya di dalam angan-angannya.

Kamu harus masuk di dalamnya dan tenggelam di dalam sukacita itu.

Begitu meluap-luap, tak tertahankan.

Alirannya menenangkan dan membesarkan hati ini.

Yang kecil menjadi besar.

Yang besar menjadi kecil.

Segenap kemegahan semesta alam merasuk di dalam sumsumku.

Membawa jiwaku melayang dengan damai.

Dengan Roh-ku aku memuji dan menyembah Allah yang Maha Tinggi.

Seluruh kemuliaan tunduk di hadapannya.

Bersimpuh di bawah kaki-Nya.

Siapakah yang mampu memandangnya?

Apakah yang berani menyentuhnya?

Tapi…

Sesungguhnya Ia hadir mendekat dan mendekapku.

Di balik sayap keagungan-Nya aku diam.

Dan aku mau tinggal di hadirat-Nya.

Untuk selama-lamanya.

IT'S WORTH OF...

FAMILY


akhirnya aku baru menyadari arti dari sebuah keluarga...

apakah itu keluarga?

seperti apakah itu keluarga?

bagaimanakah memiliki keluarga?

dalam sebuah usaha pencarianku akan makna dari sebuah keluarga...

aku baru menyadarinya sekarang...

arti dari keluarga itu

beberapa kali aku melihat ke luar,

dan mencari keluarga manakah yang memiliki arti sebuah keluarga

tapi aku mengetahuinya sekarang...

mau ke mana pun aku melihat ke luar..

mau berapa kalipun aku menengok ke sekelilingku...

aku tahu bahwa keluargaku ada di tengah-tengahku,

di sisiku

aku tak tahu apakah arti dari sebuah keluarga itu bagi orang lain

tapi bagi diriku sendiri,

aku memiliki arti dari sebuah keluarga...

keluarga adalah sosok yang sangat kaurindukan saat mereka berada jauh darimu

saat mereka berada dekat senantiasa denganmu,

seolah-olah kamu akan merasa bahwa mereka berarti sama seperti orang lain yang ada di sekitarmu

mungkin tidak lebih, tidak kurang

tetapi sejujurnya...

keluarga bagiku adalah tempat ke mana aku dapat datang kembali,

kapanpun juga aku mau

saat aku gembira, saat aku sedih

mereka akan menjadi tempat perteduhanku

tempat di mana aku bisa bebas menjadi diriku sendiri

tempat yang akan sangat kurindukan saat aku berada jauh dari tempat itu

mungkin keluarga bisa berbohong,

keluarga bisa menipu,

dan melakukan banyak hal yang menyakitkan hatimu

tetapi satu hal...

keluarga yang sejati memiliki suatu perasaan di antara mereka

mau bagaimanapun juga mereka bertindak, bertutur kata, dan berpikir...

perasaan mereka tidak akan pernah bisa berbohong...

bahwa mereka adalah sebuah keluarga

karena itu pikirku

keluarga itu sangat layak...

sangat layak untuk diperjuangkan...

Jumat, 19 September 2008

Ketika Kita Meratapi Masa Lalu

GURATAN MASA DEPAN

Sore ini aku sedang merenung di teras rumahku dengan perasaan jengkel akan nasibku yang begitu jelek. Baru-baru ini, perusahaanku yang sudah berdiri kokoh selama 20 tahun, hasil kerja kerasku selama ini, bangkrut hanya dalam hitungan bulan. Aku protes dan marah luar biasa kepada Tuhan. Kenapa semua ini harus terjadi? Aku pun mulai mengumpat dan mengutuki-Nya.

Lalu saat aku memandang ke belakang, tiba-tiba saja terlintas di benakku akan kesialan-kesialan yang menimpa di masa lalu. Saat masih kecil, aku tinggal bersama pamanku. Orang tuaku bercerai dan tidak ada satupun dari mereka yang mau mengasuhku. Merepotkan, itu mungkin yang timbul dalam benak mereka. Saat hendak memasuki SMA pun, aku gagal masuk sekolah unggulan yang menjadi pilihan utama ku, akhirnya aku hanya bisa masuk ke sekolah buangan dan lulus dengan predikat yang biasa-biasa saja. Lebih jauh ke depan, saat akan menikah, wanita yang sudah menjadi dambaan hidupku selama 5 tahun mengalami kecelakaan dan meninggal. Walaupun akhirnya menikah, aku tetap saja menginginkan kekasihku yang lama.

Lama aku merenung, rasa kantuk melanda dan akhirnya aku pun tertidur. Sungguh aneh karena rasanya seperti dibawa ke masa lalu. Aku pun melihat diriku di masa kecil bersama kedua orang tua ku yang sedang bertengkar. Cepat-cepat aku melerai mereka dan berusaha menyelesaikan masalah mereka. Mereka pun dapat akur kembali. Betapa bahagianya diriku karena orang tuaku tidaj jadi bercerai. Namun, sesosok bayangan masa depan muncul dan memperlihatkan diriku yang hidupnya tidak kenal dengan Tuhan. Ya, pamanku memang seorang pendeta. Dalam sekelebat saja aku kembali berpindah ke masa akhir SMP ku. Aku sungguh merasa senang saat bertemu ‘diriku yang dulu’ dan mulai menasehatinya agar belajar dengan giat. Pada akhirnya diriku yang dulu berhasil masuk sekolah unggulan. Akan tetapi, apa yang ada di dalam benakku sungguh sangat berbeda dengan gambaran di masa depan. Di sekolah itu aku justru menjadi anak yang hancur-hancuran akibat pergaulan yang salah, mulai dari rokok, drugs, sampai free sex. Masih terkaget-kaget, tiba-tiba aku bertambah maju lagi ke depan. Aku melihat kekasihku yang akan mengalami kecelakaan, lalu cepat-cepat aku menolong dan menyelamatkan dirinya. Luar biasa sekali, akhirnya aku berhasil menikah dengannya. Tapi, aku tertegun saat aku melihat diriku di masa depan yang begitu miskin, serta pemandangan akan wanita dambaanku yang berselingkuh dengan pria lain. Hatiku hancur melihat semua kenyataan itu. Aku pun berteriak…..

…Spontan saja, aku terhenyak bangun melihat semua penglihatan baru saja yang begitu aneh. Aku pun duduk bersujud menangis meraung-raung tiada henti-hentinya. Ampun… ampun Tuhan. Semua kata-kata penyesalan keluar dan mengalir begitu saja dari mulutku. Air mataku deras mengucur keluar. Aku berpikir bahwa aku telah begitu egois selama ini karena aku hanya memikirkan apa mauku saja dan aku telah begitu meragukan kuasa Tuhan yang telah membimbingku dari masa kecilku. Ternyata semua yang melanda diriku adalah bentuk dari karya keselamatan Allah untuk aku. Semuanya begitu sempurna dan mendatangkan kebaikan bagiku.

Kadang-kadang kita juga sama kaya si ‘aku’ di atas ini. Sering banget kan kita marah-marah sama Tuhan, orang tua, temen2, dll, cuma gara-gara apa yang kita harapkan nggak terlaksana. Kita kadang sama egoisnya dengan si ‘aku’ tadi, karena apa-apa mesti cocok sama apa mau kita. Saat masalah-masalah datang (nggak seperti yang kita pikirin), kita pun mulai ragu sama Tuhan n takut sama masa depan kita atau apa yang bakal kita alami ke depannya nanti.

Tapi…Kita mesti ingat kalau : Rom 8:28 ……………………………………………………….

Selasa, 16 September 2008

DIRECT CALL TO HEAVEN

Ketika Anda memanggil Dan Tuhan akan menjawab; Anda akan menangis minta tolong Dan DIA akan berkata : "Ini AKU". ( Yesaya 58 :9 ).


Ketika Anda memanggil, gunakan Nomor Darurat dibawah ini

* Saat Berduka Cita, putar Yohanes 14.

* Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27.

* Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15.

* Ketika Anda Berdosa, putar Mazmur 51.

* Ketika Anda khawatir, putar Matius 6:19-34.

* Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91.

* Ketika Tuhan terasa jauh, putar Mazmur 139.

* Ketika Iman Anda perlu dikuatkan putar Ibrani 11.

* Ketika Anda merasa sendiri Dan takut, putar Mazmur 23.

* Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar I Korintus 13.

* Untuk Rahasia kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3 : 12-17.

* Untuk Arti Kekristenan, putar I Korintus 5 : 15-19.

* Ketika Anda merasa kecewa Dan ditinggalkan, putar Roma 8 :31-39.

* Ketika Anda menginginkan kedamaian Dan ketenangan, putar Matius 11:25-30.

* Ketika Dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90.

* Ketika Anda ingin jaminan Kekristenan putar Roma 8 : 1-30.

* Ketika Anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau bepergian, putar Mazmur 121.

* Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55.

* Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1.

* Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12.

* Ketika Anda memikirkan kekayaan, putar Markus 10.

* Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27.

* Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37.

* Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang, putar I Korintus 13.

* Jika orang di sekitar Kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15.

* Ketika Anda putus ASA dengan pekerjaan, putar Mazmur 126.

* Jika Anda menemukan bahwa dunia mengecil Dan Anda merasa besar, putar Mazmur 19.

Jumat, 15 Agustus 2008

When We Decided To Quit...

One day I decided to quit...

I quit my job, my relationship, my spirituality. .. I wanted to
quit my
life.

I went to the woods to have one last talk with God.
"God", I asked, "Can you give me one good reason not to quit?"
His answer surprised me...

"Look around", He said. "Do you see the fern(flower seed) and the bamboo?"
"Yes", I replied.
"When I planted the fern(flower seed) and the bamboo seeds, I took very good
care of
them.

I gave them light.
I gave them water.
The fern quickly grew from the earth.
Its brilliant green covered the floor.
Yet nothing came from the bamboo seed. But I did not quit on the
bamboo.

In the second year the fern(flower seed) grew more vibrant and plentiful.
And again, nothing came from the bamboo seed. But I did not quit
on the
bamboo. He said.

"In year three there was still nothing from the bamboo seed.
But I would not quit.
In year four, again, there was nothing from the bamboo seed. I would
not quit." He said.
"Then in the fifth year a tiny sprout emerged from the earth.
Compared
to the fern it was seemingly small and insignificant.


..But just 6 months later
the bamboo rose to over 100 feet tall.
It had spent the five years growing roots.
Those roots made it strong and gave it
what it needed to survive.

I would not give any of my creations a challenge it could not
handle."
He asked me. "Did you know, my child, that all this time you have
been
struggling, you have actually been growing roots".
"I would not quit on the bamboo.
I will never quit on you."
"Don't compare yourself to others."
He said.

"The bamboo had a different Purpose than the fern.
Yet they both make the forest beautiful."
"Your time will come", God said to me.
"You will rise high"
"How high should I rise?"
I asked.

"How high will the bamboo rise?" He asked in return.
"As high as it can?" I questioned.
"Yes." He said, "Give me glory by rising as high as you can."

I left the forest and brought back this story.
I hope these words can help you see that God will never give up
on you.
Never, Never, Never Give up.

For the Christian Prayer is not an option but an opportunity.
Don't tell the Lord how big the problem is,
tell the problem how Great the Lord is!

Kamis, 14 Agustus 2008

BE GRATEFUL

JANGAN MENGELUH

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak
dapat
membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia
melihat
seseorang
yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek
berhentimengeluh dan...
mulai bersyukur.





Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan
membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang
lain
lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih
pandai,
lebih
tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di
pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah
sakit
jiwa.
Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu."
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi
orang
ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya
ditolak
oleh Lulu."
Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut
melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan
berteriak, "Lulu, Lulu".
"Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan.
Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan
Lulu."



Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita
miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di
laut
karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa
demikian, ia
menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah
meninggal,
yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat,saya
sangat
bahagia
karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati
tenggelam, saya
juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama
saya di
surga."

Senin, 11 Agustus 2008

15 Things You Probably Never Knew or Thought About

You Are Loved

1. At least 5 people in this world love you so much they would die for you.



2. At least 15 people in this world love you in some way.



3. The only reason anyone would ever hate you is because they want to be just like you.



4. A smile from you can bring happiness to anyone, even if they don't like you.



5. Every night, SOMEONE thinks about you before they go to sleep.



6. You mean the world to someone.



7. If not for you, someone may not be living.



8. You are special and unique.



9. Someone that you don't even know exists loves you.



10. When you make the biggest mistake ever, something good comes from it.



11. When you think the world has turned its back on you, take a look : you most likely turned your back on the world.



12. When you think you have no chance of getting what you want, you probably won't get it, but if you believe in yourself,
probably, sooner or later, you will get it.



13. Always remember the compliments you received. Forget about the rude remarks.



14. Always tell someone how you feel about them; you will feel much better when they know.



15. If you have a great friend, take the time to let them know that they are great.



A Minute: They say it takes a minute to find a special person, an hour to appreciate them, a day to love them, but then an entire life to forget them.




Take the time . to live and love.

Minggu, 10 Agustus 2008

Release It...

Jangan Dipendam

Teman, saya pernah membaca artikel menarik tentang teknik berburu monyet di hutan-hutan Afrika. Caranya begitu unik. Sebab, teknik itu memungkinkan si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup-hidup tanpa cedera sedikitpun. Maklum, ordernya memang begitu. Sebab, monyet-monyet itu akan digunakan sebagai hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.

Cara menangkapnya sederhana saja. Sang pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma. Tujuannya,agar mengundang monyet-monyet datang. Setelah diisi kacang, toples-toples itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup.

Para pemburu melakukannya di sore hari. Besoknya, mereka tingal meringkus monyet-monyet yang tangannya terjebak di dalam botol tak bisa dikeluarkan. Kok, bisa? Tentu kita sudah tahu jawabnya. Monyet-monyet itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples. Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang-kacang yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, monyet-monyet itu tidak bisa menarik keluar tangannya. Selama mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula mereka terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet-monyet itu tidak akan dapat pergi ke mana-mana!

Teman, kita mungkin akan tertawa melihat tingkah bodoh monyet-monyet itu. Tapi, tanpa sadar sebenamya kita mungkin sedang menertawakan diri sendiri. Ya, kadang kita bersikap seperti monyet-monyet itu. Kita mengenggam erat setiap permasalahan yang kita miliki layaknya monyet mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberi maaf, tak mudah melepaskan maaf.

Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Kita tak pernah bisa melepasnya. Bahkan, kita bertindak begitu bodoh, membawa "toples-toples" itu ke mana pun kita pergi. Dengan beban berat itu, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenamya sedang terperangkap penyakit hati yang akut.

Teman, sebenarnya monyet-monyet itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya. Dan, kita pun akan selamat dari penyakit hati jika sebelum tidur kita mau melepas semua "rasa tidak enak" terhadap siapapun yang berinteraksi dengan kita. Dengan begitu kita akan mendapati hari esok begitu cerah dan menghadapinya dengan senyum. Dan, kita pun tahu surga itu diperuntukkan bagi orang-orang yang hatinya bersih.

Jadi, kenapa tetap kita genggam juga perasan tidak enak itu?