PART TWO
Bayangkan dalam pikiran kita masing-masing, sebuah bola yang guede banget… terus di badan bola itu tertempel begitu banyak kertas-kertas kecil dengan kata-kata yang berbeda-beda, tertulis di atas kertas itu. Kemudian kita bayangkan ada banyak orang yang berkeliling di sekitar bola itu. Kepada tiap-tiap orang, dibagikan sebuah kertas dan pena dan diberi instruksi untuk mencatat semua kata-kata yang dapat mereka lihat di badan bola itu.
Apa hasilnya saat semua orang sudah menyelesaikan tugas mereka??? Apa mungkin ada 2 orang saja yang bisa mencatatkan semua kata-kata dengan persis sama??? Nggak mungkin bukan !!! Karena masing-masing dari mereka berada pada posisi yang berbeda.
Lucu bukan… Tuhan menciptakan perspektif yang berbeda-beda bagi masing-masing individu. Apa alasannya??? Itu terjadi agar semua visi dan tugas dan kehendak yang dia rindukan untuk terjadi bagi kita, umat manusia, dapat dipenuhi ‘completely’. Kalo diilustrasikan, semua kata-kata yang tertulis pada badan bola tadi dapat terbaca semuanya…
Sekarang ini bukan saatnya lagi bagi kita untuk meributkan tulisan manakah yang sebenarnya paling benar, karena kadang kita suka sekali menyalahkan orang lain kalo kata-kata yang dituliskannya itu salah, tapi yang benar itu punyanya. Please dehh… sebenernya semua kata-kata itu memang ada pada bola, hanya saja letaknya yang berbeda, sehingga dengan sudut pandang yang berbeda, akan kelihatan berbeda pula ato bahkan nggak keliatan sama sekali.
Terkadang… kita semua saat menghadapi masalah perbedaan yang ada di antara kita sering berusaha mempertanyakan tentang “bagaimana kita memposisikan diri kita sehingga bisa melihat dari sudut pandang yang sama???”
Bukan itu maksudnya… Tuhan menciptakan setiap orang dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing dengan tujuan agar mereka saling melengkapi, …sehingga genaplah Firman Tuhan atas semua tujuan yang telah direncanakan bagi hidup kita semua.
Kita tidak disuruh untuk memposisikan diri kita di tempat yang persis sama di tempat orang lain untuk melihat kata-kata yang sama persis dengan apa yang orang lain itu baca. Itu tidak mungkin karena posisi itu sudah ditempati oleh orang lain itu. Katakanlah sekarang kita berusaha untuk sedekat mungkin denga posisi dimana orang itu berada. Tapi… tetap saja masih ada kata-kata yang tidak bisa terbaca oleh kita, sehingga hasilnya juga akan berbeda.
Dan… apabila kita bisa melihat sebagian besar kata-kata yang dibaca oleh orang lain itu, bukan berarti kita akan mampu untuk mengerti dan memahami perspektif yang dia miliki, karena…. Perspektif kita sesungguhnya berada pada tempat di mana kita pertama kali berdiri untuk membaca kata-kata yang telah Tuhan instruksikan untuk kita baca.
Perspektif atau visi yang berbeda itu adalah karunia yang telah Tuhan berikan secara ‘khusus’ ditempatkan pada masing-masing individu. Jadi kalo kita sendiri tidak bisa menghargai karunia Tuhan, bagaimana mungkin kita bisa menghargai Tuhan kita sendiri??? Belajar menghargai hal yang kecil akan melatih kita untuk menghargai hal yang lebih besar lagi.
Masalahnya di sini… terkadang kita sendiri salah dalam membaca kata-kata yang tertulis dalam bola itu atau salah menerima visi yang Tuhan berikan buat kita. Hal-hal inilah yang kadang menyebabkan terjadinya suatu masalah. Karena itu… Pahamilah apa yang menjadi rencana Tuhan dalam hidup kita.
Dan… jangan sekali-kali kita memaksakan perspektif kita kepada orang lain. Yang bisa kita lakukan hanyalah memberikan arahan tentang bagaimanakah hal yang benar itu atau menegur orang yang membuat kesalahan. Sehingga seandainya ada orang yang salah dalam menerima visi Tuhan dalam hidup mereka, mereka boleh sadar dan mengerti dan berbalik dari jalan mereka yang keliru.
Karena itu, Tuhan mengharapkan setiap dari kita, dengan karakteristik special yang kita miliki sesuai dengan perspektif khusus yang telah Tuhan berikan, bukan untuk saling membanggakan diri. Bapa ingin agar kita saling melengkapi.
Ingat… semua kata-kata yang ada pada bola itu tidak akan pernah terbaca ‘completely’ kalo setiap orang tidak mau berdiri teguh sesuai dengan perspektif yang telah Bapa berikan dan berusaha sebaik mungkin sesuai dengan potensi yang telah Tuhan berikan.
Saat semua kata-kata (visi) itu lengkap digenapi, banyak hal dahsyat yang akan terjadi di tengah-tengah kita. Kegerakan Roh Allah (revival) akan terjadi bagi kita semua…
The End
Jumat, 19 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar