Sebuah doa yang sangat indah dinaikkan oleh Daniel, sesuai dengan yang tertulis di kitab Daniel pasal 9. Doa ini merefleksikan kedewasaan dan hasrat seseorang yang benar-benar dewasa sebagai seorang duta kerajaan Allah. Kenapa Daniel menjadi seseorang yang benar-benar berkualitas? Kalau kita boleh melihat karakternya, Daniel mempunyai karakter berkualitas sabagai duta kerajaan Allah.
1. Keintiman dengan Tuhan.
2. Mengutamakan reputasi/kemuliaan Allah.
3. Hasrat dan penantian akan penggenapan tujuan Allah.
4. Pengetahuan akan Sifat dan Karakter Tuhan.
Seperti Daniel yang tahu betul akan sifat Tuhan seperti tertulis di kitab Daniel 9:3,7,9; syarat dasar untuk menjadi duta kerajaan Allah adalah pemahaman kita akan sifat dan karakter Tuhan yang sebenarnya. Hal ini akan membuat kita benar-benar mengenal Tuhan kita dan mengerti jalan-jalan-Nya. Kita akan mampu menjalin hubungan intim dengan Tuhan. Saat kita mengenal Tuhan, dia akan mengaruniakan hidup yang kekal bagi kita (Yoh 17:3). Sebaliknya, kehancuran akan datang bagi orang yang tidak mengenal Allah (Hosea 4:6). Masalahnya, saat ini dunia tengah kacau balau karena orang-orang tidak benar-benar mengerti tentang Yesus yang sebenarnya. Karena itu, menjadi tugas kita untuk mengenalkan Yesus bagi mereka, lewat kelakuan kita, ucapan kita, kebiasaan kita, karakter kita dan hidup kita. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang walaupun kelihatan “rohani”, namun kita sebenarnya nggak tahu apa-apa tentang Tuhan kita, danbahkan nggak dikenali oleh-Nya (Mat 7:23).
Mengutamakan reputasi/kemuliaan Allah.
Seorang duta kerajaan Allah akan mengutamakan kemuliaan Allah di atas segala-galanya. Misalnya duta besar dari Amerika tentu saja akan mengutamakan kepentingan negara Amerika, dan bukannya kepentingan Indonesia. Apabila duta besar itu melakukan hal yang mengutamkan kepentingan negara lain, bisa-bisa dia dipecat dari tugasnya sebagai duta besar. Lihatlah Daniel, dia juga mengutamakan kemuliaan Allah dalam segala hal yang dipikirkannya, sebab dia tahu bahwa dia adalah utusan Tuhan dan kepunyaan Tuhan. (Daniel 9:17,19)
Sama juga dengan kita, sebagai duta kerajaan Allah, kita harus mengutamakan kepentingan Tuhan di atas segala kepentingan pribadi kita sendiri. Tidak jarang kita sering melakukan berbagai macam hal dengan mengatasnamakan Tuhan sebagai “kedok” nya. Padahal kalau mau diurut-urut, sebenarnya yang kita usahakan adalah kepuasan dan kebanggaan atau malah demi keuntungan kita sendiri. Atau mungkin juga, tanpa kita sadari, beberapa hal yang kita “rasa” kita lakukan buat Tuhan, sebenarnya kita lakukan buat diri kita sendiri.
Ada orang yang mengatakan, perbedaan antara melayani Tuhan dengan melayani diri sendiri (baca: untuk kepentingan atau kesenangan pribadi) sangatlah tipis. Kita pikir kita melakukannya buat Tuhan, padahal Tuhan sendiri nggak pernah meminta kita untuk melakukan hal itu. So, untuk siapakah semua itu??? Biarlah hanya nama Tuhan saja yang ditinggikan…
Kerinduan Pemulihan Kerajaan Allah bagi Umat Manusia
Daniel sangat peduli pada restorasi bait Allah. Apa maksudnya??? (Daniel 8:14)Sejatinya, Tuhanlah yang empunya akan bumi ini. Dia rindu agar kerajaan Allah ditegakkan ditengah-tengah umat manusia sehingga ke-Maha Hadir-annya dapat dirasakan oleh seluruh orang.
Namun apa yang terjadi? Lama sekali, dunia terinfeksi oleh sebuah virus mematikan. Sama seperti penyakit yang masuk oleh karena suatu organisme, begitu juga dosa masuk ke dalam dunia oleh ‘sang penghasut’ terbesar, setan. Ribuan tahun manusia ditipu dan diperdaya, seolah dibutakan oleh dosa dan nafsu duniawi, sehingga tidak bisa melihat terang kemuliaan Allah.
Sudah menjadi tugas kita sebagai duta kerajaan Allah, kita harus membawa kembali kebenaran Kristus ke dalam dunia ini. Biarlah setiap orang boleh dicelikkan dan melihat kebenaran sejati, yaitu pengenalan akan Tuhan yang sesungguhnya.
Jumat, 19 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar