Selasa, 17 Mei 2011

A HUMAN DOCTOR

If it's alright just to stand by a side of a dying patient and do nothing, waiting for the bell rings, then i'll quitting as a doctor

If it's okay just to see people died in front of you and feel nothing about it, then i'll quitting as a doctor

If somebody's misery because of their loss of their loved one don't hurts my heart even a second, then i'll quitting as a doctor


The feeling of hopeless and discouraged when you know that you can't do anything to help somebody else, is the time when you are fully realized that we are just humans

But, the conduct of neglecting and not doing your best or think best to save somebody's life, It's inhuman...

Lebih Baik Tidak Mencintai ???

Mencintai secara utuh adalah keadaan di mana hati menjadi sensitif. Apapun yang kita cintai, suatu saat hati kita akan tersayat atau bahkan hancur.

Jika kita ingin menjaga hati kita untuk selalu utuh, jangan berikan hati kita kepada siapapun, bahkan kepada seekor binatang sekalipun. Bungkuslah hati kita secara hati-hati dengan kesukaan-kesukaan kita dan sedikit kemewahan.

Kuncilah dengan rapat dan aman dalam peti keegoisan kita.

Tapi dalam peti itu, dengan keadaan aman, gelap, diam, dan tanpa udara, hati kita akan berubah. Memang hati itu tidak akan hancur, tapi menjadi keras tidak terpatahkan, tidak dapat dimasuki, bahkan tidak dapat ditembus.

Satu-satunya tempat di luar surga di mana kita dapat merasa aman dari segala bahaya cinta dan disakiti adalah neraka.

Mengapa mencintai jika kehilangan menjadi sesuatu yang begitu menyakitkan? Mengapa mencintai jika suatu saat nanti akan terasa sakit?

SESUNGGUHNYA KITA MENCINTAI UNTUK MENGETAHUI BAHWA KITA TIDAK SENDIRIAN.

Pada akhirnya, mencintai akan membawa kita untuk naik satu langkah lebih tinggi dan lebih jauh lagi dalam roda kehidupan. Mencintai akan membawa kesukaan dan kebahagiaan besar pada akhirnya.

Karena itu... Janganlah berhenti untuk mencintai dengan segala resiko dan bahaya dari mencintai. Berhenti mencintai hanya akan membawa penderitaan besar pada akhirnya.

Keep loving... again... and again....

By C.S. Lewis with addition by David Ong