Kamis, 14 Agustus 2008

BE GRATEFUL

JANGAN MENGELUH

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak
dapat
membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia
melihat
seseorang
yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek
berhentimengeluh dan...
mulai bersyukur.





Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan
membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang
lain
lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih
pandai,
lebih
tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di
pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah
sakit
jiwa.
Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu."
Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi
orang
ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya
ditolak
oleh Lulu."
Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut
melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan
berteriak, "Lulu, Lulu".
"Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan.
Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan
Lulu."



Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita
miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.
Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di
laut
karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa
demikian, ia
menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah
meninggal,
yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat,saya
sangat
bahagia
karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati
tenggelam, saya
juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama
saya di
surga."

Tidak ada komentar: